banner 468x60

3 Resiko dalam Berinvestasi yang Paling Dihindari

Tidak ada komentar 244 views
banner 160x600
banner 468x60

Kali ini kami akan ulas terkait dengan 3 Resiko dalam Berinvestasi yang Paling Dihindari. Prinsip dalam berinvestasi sebenarnya adalah untuk mencari keuntungan yang besar dengan sedikit resiko atau menghindari kerugian. Dalam berinvestasi resiko selalu ada, baik itu dalam kadar yang kecil atau besar sekalipun.

3 Resiko dalam Berinvestasi yang Paling Dihindari

3 Resiko dalam Berinvestasi yang Paling Dihindari

Berikut beberapa resiko dalam berinvestasi yang paling dihindari oleh setiap investor, yaitu:

1. Turunnya nilai investasi

Risiko yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi umumnya adalah “Apakah uang saya akan hilang?” Kebanyakan orang mungkin menjawab “tidak” kalau ditanya seperti itu. Iyalah, mana ada, sih orang yang mau kehilangan uangnya? Akan tetapi, masalahnya, yang namanya risiko pasti ada dalam setiap investasi. Hanya bedanya adalah di ukurannya. Ada produk investasi yang risikonya cukup besar, ada yang sedang, ada yang kecil. Yang jelas, satu hal yang paling ditakuti orang, sekali lagi adalah: “Apakah uang saya akan hilang?”

Sekarang kalau Anda berinvestasi, seberapa besar penurunan nilai yang bersedia Anda tanggung bila Anda mengalami kerugian? 10 persen? 30 persen? 50 persen? Atau 100 persen? Berapapun besar kerugian yang bersedia Anda tanggung, ingatlah, itu adalah bagian dari berinvestasi. Jangan pernah mengharapkan Anda akan terus-menerus untung. Yang namanya kerugian, sesekali memang harus dialami. Kalau tidak mengalami, ya tidak belajar, kan?

2. Sulitnya produk investasi dijual

Risiko kedua yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi adalah apakah produk investasi yang dibelinya itu mudah untuk dijual kembali. Beberapa orang mungkin senang berinvestasi ke dalam emas karena emas dianggap mudah dijual kembali. Akan tetapi, ada juga orang yang berinvestasi ke dalam mata uang dolar Amerika, dan dolar tersebut cepat-cepat dimasukkannya ke bank. Ini karena bila dolar itu disimpan di lemari, maka kondisi fisik dari kertas uangnya mungkin akan menurun, dan itu kadang-kadang akan menyulitkan bila suatu saat dolar itu hendak dijual kembali. Maklum, beberapa bank seringkali tidak mau membeli mata uang asing Anda bila kondisi uang kertasnya robek, rusak atau kumal.

Contoh lain dari produk investasi yang tidak mudah untuk dijual kembali adalah barang-barang koleksi. Umumnya barang-barang koleksi tidak mudah untuk dijual kembali karena pasar pembeli barang-barang seperti ini sangat spesifik. Lukisan misalnya, karena pasarnya spesifik tidak selalu mudah untuk menjual lukisan, tapi sekali terjual bisa saja harganya sangat tinggi dan memberikan keuntungan yang cukup besar bagi orang yang menjualnya. Jadi, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, ketahui lebih dulu seberapa mudahnya produk dimana kita berinvestasi bisa dijual kembali. Jangan sampai berinvestasi barang yang tidak bisa atau sulit untuk dijualnya

3. Hasil investasi yang diberikan tidak sebesar kenaikan harga barang dan jasa

Bayangkan apabila anda berinvestasi di deposito yang memberikan bunga 10 persen pertahun, sedangkan dalam setahun harga barang dan jasa malah naik 15 persen? Ini sering kali terjadi bukan karena tingginya kenaikan harga barang dan jasa, tetapi karena produk yang dipilih itu sendiri belum tentu sesuai. Beberapa dari anda mungkin menginginkan produk investasi yang aman dan konservatif. Tetapi, konsekuensinya adalah bahwa hasil investasi yang didapat mungkin saja tidak menyamai kenaikan harga barang dan jasa. Kalau itu terus menerus anda alami setiap tahunnya, sudah dipastikan anda sebagai investor yang menginginkan keuntungan besar akan mendapatkan kebangkrutan.

Untuk mengatasi hal seperti ini adalah dengan tidak menutup diri terhadap informasi. Pelajari produk investasi lain yang mungkin lebih menguntungkan dan belum pernah anda ketahui, lalu cobalah masuk ke dalamnya dengan mempertimbangkan segala konsekuensinya. Lama kelamaan pasti bisa mengatasi tingginya kenaikan harga barang dan jasa dengan berinvestasi pada produk yang memang berpotensi untuk memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga kenaikan barang dan jasa.

Demikian info tentang 3 Resiko dalam Berinvestasi yang Paling Dihindari semoga bermanfaat.

Referensi :

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...
Email Autoresponder indonesia
author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "3 Resiko dalam Berinvestasi yang Paling Dihindari"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.