banner 468x60

Aturan Investasi Bersifat Neo Kolonialisme

Tidak ada komentar 886 views
banner 160x600
banner 468x60

Pada kesempatan ini kami akan bahas berkaitan dengan Aturan Investasi Bersifat Neo Kolonialisme pada suatu Negara. Bagaimana dengan peraturan investasi di suatu Negara? Karena sifatnya yang unilateral, maka seharusnya tergantung pada kebutuhan dan kepentingan Negara bersangkutan. Isunya adalah mendahulukan kepentingan Negara dan rakyat setempat daripada investor asing. Di dalam sistem ekonomi sebuah Negara berdaulat, maka setiap Negara seharusnya berhak menentukan sendiri apa dan bagaimana aturan dan kebijakan investasi dibuat dan dirumuskan sesuai dengan kepentingan nasionalnya. Inilah bagian dari kedaulatan nasional dan sesuai dengan konsitusi dari Negara bersangkutan.

Aturan Investasi Bersifat Neo Kolonialisme

Sampai sekarang juga tidak bisa disepakati mengenai adanya Multilateral Agreement on Investment (MAI), yaitu aturan multilateral yang bersifat mengikat secara internasional di bidang investasi. Negara-negara maju berusaha agar dapat diberlakukan aturan multilateral tersebut, tetapi selalu mendapat tantangan dari Negara berkembang. Sebenarnya setiap Negara tidak diharuskan mengikuti aturan investasi yang baku. Namun sayangnya sampai sekarang masih terjadi paksaan dan tekanan dari luar untuk menerapkan perjanjian investasi melalui perjanjian regional dan bilateral.

Aturan Investasi Bersifat Neo Kolonialisme

Dalam sejarahnya, Havana Charter di tahun 1948 melihat kemungkinan diadakannya perjanjian investasi transnasional untuk keperluan Negara-negara penerima investasi. Ini merupakan upaya untuk menerapkan adanya hak-hak Negara, bukan investor asing, yang salah satu babnya berisikan:

  1. Melakukan tindakan-tindakan pengamanan yang layak agar investasi asing tidak digunakan sebagai sarana untuk ikut campur tangan ke dalam kebijakan nasional atau masalah dalam negeri.
  2. Menetapkan bagaimana, seberapa besar, dan atas dasar apa diperbolehkan investasi asing.
  3. Menetapkan dan menguatkan prasyarat-prasyarat yang adil atas kepemilikan pada saat ini dan dimasa yang akan datang.
  4. Menetapkan dan menguatkan prasyarat-prasyarat layak lainnya atas kepemilikan pada saat ini dan di masa yang akan datang.

Akibat kuatnya hubungan antara neo-kolonialisme dan tekanan Negara-negara kuat, yang pada dasarnya merupakan Negara bekas penjajah yang berhadapan dengan Negara bekas jajahannya, menyebabkan perjanjian investasi antara dua Negara atau lebih, akan lebih menguntungkan kepentingan Negara investor dan para investornya.

Selain Havana Charter, ada juga perjanjian lain tentang investasi, yaitu perjanjian investasi bilateral atau dalam istilah asing lebih dikenal dengan nama BIT (Bilateral investment Treaties) yang pertama ada di dunia yaitu antara Jerman dan Pakistan pada tahun 1959, yang mencerminkan kuatnya tekanan dan dominasi Jerman dalam investasinya di Pakistan. Ini semakin menggeser pendekatan yang semula tentang hak-hak Negara penerima menjadi hak-hak Negara investor, sebagaimana yang tercantum dalam perjanjian Havana Charter.

Perjanjian Investasi International

Sejak saat itu perjanjian investasi internasional condong pada perlindungan hak-hak si pihak asing atau pihak investor, bukan pada hak-hak Negara penerima investasi. Ini disebut sebagai The great failures of international economic policy. Kegagalan ilmu ekonomi dan perjanjian internasional itu terbawa hingga kini. Hal ini menyebabkan Negara penerima investasi selalu tidak menerima hak-haknya di dalam manfaat dan keuntungan ekonomi. Dan dilain pihak investor sangat dijamin hak-haknya dan diperkuat dalam perjanjian dan aturan-aturan global.

Hal utama yang seharusnya ada dalam suatu perjanjian investasi, baik itu nasional ataupun internasional yaitu menyeimbangkan hak-hak privat dengan kepentingan publik. Namun, justru hal seperti inilah yang selalu dihindari Negara kuat. Hal ini agar tetap dijamin hak-hak investor di atas hak-hak publik atau kepentingan publik. Yang terjadi adalah penguatan hak-hak korporasi dan pelucutan hak-hak Negara penerima investasi yang tidak lain adalah Negara miskin dan atau berkembang.

Demikian info tentang Aturan Investasi Bersifat Neo Kolonialisme semoga bermanfaat. 

Referensi :

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...
Email Autoresponder indonesia
author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Aturan Investasi Bersifat Neo Kolonialisme"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.