banner 468x60

Dasar Keputusan dalam Berinvestasi yang Efektif

Tidak ada komentar 322 views
banner 160x600
banner 468x60

Pembahasan kita sekarang yakni Dasar Keputusan dalam Berinvestasi yang efektif. Suatu rencana investasi perlu dianalisis secara seksama. Analisis rencana investasi pada dasarnya merupakan penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek (baik besar atau kecil) dapat dilaksanakan dengan dengan berhasil, atau suatu metode penjajakkan dari suatu gagasan usaha atau bisnis tentang kemungkinan layak atau tidaknya gagasan usaha atau bisnis tersebut dilaksanakan.

Dasar Keputusan dalam Berinvestasi

Dasar Keputusan dalam Berinvestasi

Suatu proyek investasi biasanya memerlukan dana yang besar dan akan mempengaruhi perusahaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu dilakukan perencanaan investasi yang lebih teliti agar tidak terlanjur menanamkan investasi pada proyek tidak menguntungkan.

Beberapa alasan orang melakukan investasi adalah sebagai berikut:

  1. Produktivitas seseorang yang terus mengalami penurunan.
  2. Tidak menentunya lingkungan perekonomian sehingga memungkinkan suatu saat penghasilan jauh lebih kecil dari pengeluaran.
  3. Kebutuhan-kebutuhan yang cenderung mengalami peningkatan.
Dasar Keputusan Investasi

Dasar keputusan investasi terdari dari tingkat return yang diharapkan, tingkat risiko, serta hubungan antara return dan risiko. Dasar keputusan investasi yaitu :

1. Return

Alasan orang berinvestasi adalah untuk memperoleh keuntungan, baik itu berupa uang ataupun non-uang. Dalam manajemen investasi tingkat keuntungan investasi disebut dengan istilah return. Suatu hal yang sangat wajar jika investor menuntut tingkat return tertentu atas dana yang telah diinvestasikannya.

Return yang diharapkan investor dari investasi yang dilakukannya merupakan kompensasi atas biaya kesempatan (opportunity cost) dan resiko penurunan daya beli akibat adanya pengaruh inflasi. Dalam berinvestasi perlu dibedakan antara return yang diharapkan (expected return) dan return yang terjadi (realized return).

Return yang diharapkan merupakan tingkat return yang diantisipasi investor dimasa datang. Sedangkan return yang terjadi atau return aktual merupakan return yang telah diperoleh investor dimasa lalu.

Antara tingkat return yang diharapkan dan tingkat return aktual yang diperoleh investor dari investasi yang dilakukan mungkin saja berbeda. Perbedaan antara return yang diharapkan resiko yang harus selalu dipertimbangkan dalam proses investasi. Sehingga dalam berinvestasi, di samping memperhatikan tingkat return, investasi harus selalu mempertimbangkan tingkat resiko suatu investasi.

2. Risk (Resiko)

Sudah sewajarnya jika investor menghapkan return yang setinggi-tingginya dari investasi yang dilakukannya. Tetapi ada hal penting lain yang harus dipertimbangkan yaitu berapa besar risiko yang harus ditanggung dari investasi tersebut. Korelasi langsung antara pengembalian (return) dengan resiko, yaitu: semakin tinggi pengembalian, semakin tinggi resiko. Oleh karena itu, investor harus menjaga tingkat resiko dengan pengembalian yang seimbang.

3. The Time Factor

Jangka waktu adalah hal penting dari definisi investasi. Investor dapat menanamkan modalnya pada jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang. Pemilihan jangka waktu investasi sebenarnya merupakan suatu hal penting yang menunjukkan ekspektasi atau harapan dari investor. Investor selalu menyeleksi jangka waktu dan pengembalian yang bisa memenuhi ekspektasi dari pertimbangan pengembalian dan resiko.

Demikian info tentang Dasar Keputusan dalam Berinvestasi semoga bermanfaat.

Referensi :

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...
Email Autoresponder indonesia
Tag:
author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Dasar Keputusan dalam Berinvestasi yang Efektif"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.