banner 468x60

Faktor Aset Finansial dalam Berinvestasi

Tidak ada komentar 366 views
banner 160x600
banner 468x60

Topik kita kali ini ialah Faktor Aset Finansial dalam Berinvestasi yang kudu dipahami. Untuk berinvestasi di finansial aset, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal.

Faktor Aset Finansial dalam Berinvestasi

Faktor Aset Finansial dalam Berinvestasi

Berikut beberapa pertimbangan dalam investasi aset finansial diantaranya yaitu :

a. Tujuan Investasi

Dalam melakukan apapun, hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan tujuan yang ingin dicapai. Begitupun dengan investasi. Investor harus menentukan tujuan yang ingin dicapainya. Umumnya, tujuan utama orang berinvestasi adalah mencari keuntungan atau tambahan penghasilan pada masa yang akan datang.

Tujuan harus ditentukan dengan jelas, nyata dan realistis. Jelas berarti ada yang ingin dicapai dalam berinvestasi, nyata berarti tujuan yang ingin dicapai adalah hal yang nyata, bukan suatu khayalan, dan realistis berarti tujuan tersebut dapat   dicapai sesuai dengan kemampuan, bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai. Dengan adanya tujuan yang jelas dan realistis, investor mempunyai pegangan dasar untuk berinvestasi.

b. Kenali Karakter

Umumnya karakter investor terdiri atas tiga karakter, pengambil resiko (risk taker), penghindar resiko (risk avoider), dan netral. Karakter investor akan berpengaruh terhadap prilaku dalam berinvestasi dan karakter tersebut menentukan strategi yang tepat dalam berinvestasi.

Biasanya pengambil resiko akan bersikap agresif dan spekulatif, sebaliknya penghindar resiko akan menghindari berita dan media massa yang tidak jelas sumbernya (rumor) dan mereka akan selalu mempertimbangkan secara matang dan terencana dengan baik atas keputusan investasinya. Sedangkan mereka yang termasuk ke dalam kategori netral pada umumnya cukup fleksibel dan selalu bersikap hati-hati (prudent) dalam mengambil keputusan.

c. Pelajari keungan (Modal)

Faktor lain yang mempengaruhi investasi yaitu modal. Modal merupakan faktor mutlak yang harus dimiliki seorang investor. Besar kecilnya modal tergantung dari kebutuhan dan kemampuan investor. Semakin besar kebutuhan untuk modal, maka semakin besar pula keuntungan yang diharapkan nantinya.

Untuk kebanyakan orang, investasi di reksadana hanyalah sebagian dari total aset. Jika investasi anda lebih banyak pada deposito berjangka, anda mungkin dapat mengambil resiko lebih besar untuk tingkat keuntungan yang lebih besar pula dari investasi pada reksadana.

d. Jenis investasi yang dipilih

Untuk memilih jenis investasi, investor perlu membuat rencana tentang pengeluaran jangka waktu investasi, pendek, menengah, panjang. Setiap pengeluaran membutuhkan sejumlah uang yang sumber pendapatannya harus dicari. Dengan mengetahui jumlah pengeluaran, baik pengeluaran jangka pendek maupun jangka panjang, investor dapat menentukan jenis investasi yang ingin dilakukan.

Jangka waktu investasi atau time horizon dapat menentukan perilaku investor dalam aktivitas investasinya. Jangka waktu investasi dapat membantu dalam menentukan berapa besar resiko yang dapat ditanggung. Pada umumnya, orang yang berinvestasi untuk jangka panjang menanggung resiko yang lebih besar. Hal ini disebabkan investasi saham mengalami fluktuasi yang tinggi dari waktu ke waktu. Tetapi tingkat keuntungan rata-ratanya stabil untuk jangka panjang.

e. Keuntungan dan resiko

Besar kecilnya keuntungan dari hasil investasi tergantung dari besar kecilnya tujuan dan kemampuan seseorang untuk mewujudkannya dan harus ada keselarasan antara keuntungan dan kemampuan yang dimiliki dalam menentukan tujuan. Resiko selalu mengikuti investasi, baik investasi yang mendapatkan keuntungan yang besar maupun yang kecil.

Keputusan investasi merupakan keputusan atau pilihan atas suatu skenario tingkat keuntungan yang diharapkan (expected return) dan tingkat resiko (risk) yang siap ditanggung. Investor harus berhitung dengan cermat atas dua hal tersebut. Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, investor harus siap menanggung resiko yang besar juga. Sebaliknya, semakin rendah resiko yang ditanggung, semakin rendah pula tingkat keuntungan yang dapat diharapkan.

f. Evaluasi kinerja keuangan

Memilih satu jenis investasi berdasarkan keuntungan yang tinggi. Data historis membuktikan bahwa investasi yang mempunyai kinerja bagus pada masa lalu tidak selalu memberikan kinerja sama pada masa yang akan datang. Kinerja masa lalu hanya menunjukkan bagaimana seseorang berinvestasi dapat mencapai tujuannya.

g. Lakukan diversifikasi

Salah satu untuk mencapai tingkat keuntungan yang baik secara konsisten adalah diversifikasi atau berinvestasi pada lebih dari satu investasi. Diversifikasi merupakan sebuah cara untuk mengendalikan resiko karena walaupun berinvestasi pada beberapa jenis investasi beresiko tinggi, bila nilai salah satu investasi tersebut menurun, nilai investasi yang lain mungkin naik.

Demikian info tentang Faktor Aset Finansial dalam Berinvestasi semoga bermanfaat.

Referensi :

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...
Email Autoresponder indonesia
Tag:
author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Faktor Aset Finansial dalam Berinvestasi"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.