banner 468x60

Investasi Perbankan dalam Bentuk Tabungan

Tidak ada komentar 449 views
banner 160x600
banner 468x60

Kali ini kami akan jelaskan terkait dengan Investasi Perbankan dalam Bentuk Tabungan atau Simpanan. Investasi pada sektor finansial memiliki kecenderungan lebih likuid dan return yang relatif lebih besar, sebanding dengan resikonya. Kelebihan lainnya adalah banyaknya produk investasi yang ditawarkan pada sektor ini. Di antara investasi di sektor finansial adalah investasi perbankan.

Investasi Perbankan dalam Bentuk Tabungan

Investasi Perbankan dalam Bentuk Tabungan

Dengan menyimpan uang di tabungan, maka akan mendapatkan suku bunga tertentu yang besarnya mengikuti kebijakan bank bersangkutan. Produk tabungan biasanya memperbolehkan kita mengambil uang kapanpun yang kita inginkan.

Definisi Bank menurut Undang-undang No. 7 tahun 1992 tentang perbankan sebagaimana telah diubah dalam Undang-undang No. 10 Tahun 1998, bahwa “Bank adalah Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak”.

Kegiatan operasionalisasi bank

Sebagaimana yang tercantum dalam UU No. 10 BAB II Pasal 3, kegiatan operasionalisasi utama usaha perbankan Indonesia adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat. Yang bertujuan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional, ke arah peningkatan taraf hidup rakyat banyak.

Bank sebagai lembaga intermediasi keuangan, menyediakan jasa-jasa keuangan baik kepada unit surplus maupun kepada unit defisit. Dalam hal ini Bank melakukan tiga fungsi pokok perbankan yaitu:

  1. Menyediakan mekanisme dan alat pembayaran yang efisien
  2. Menghimpun dana dan menyalurkan kepada masyarakat
  3. Menawarkan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Jenis bank

Sesuai dengan UU No. 10 Tahun 1998 BAB III Pasal 5, menurut jenisnya bank dibedakan menjadi dua yaitu bank umum dan BPR. Sedangkan menurut kepemilikannya bank dibedakan menjadi empat yaitu bank pemerintah, bank swasta nasional, BPD dan bank asing campuran.

a. Bank Umum

Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

b. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

c. Bank pemerintah

Bank pemerintah yaitu Bank-bank yang modalnya berasal dari dan diusahakan oleh pemerintah, yang rata-rata pendiriannya, organisasi, tugas dan wewenang dan tanggung jawab direksi serta hal-hal lainnya ditetapkan dalam Undang-undang.

d. Bank swasta nasional

Bank swasta nasional yaitu Bank yang berbadan hukum Indonesia yang sebagian atau seluruh modalnya dimiliki oleh warga negara Indonesia dan atau badan hukum Indonesia.

e. Bank pembangunan daerah (BPD)

Bank Pembangunan Daerah yaitu Bank yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah daerah dimana Bank itu berlokasi.

f. Bank asing campuran

Bank asing campuran yaitu Bank yang seluruh atau sebagian modal usahanya berasal dari dan diusahakan oleh pihak asing atau campuran yang berbadan hukum Indonesia dan berbentuk perseroan terbatas (PT).

Keuntungan Menabung di bank

Menabung di bank merupakan salah satu cara investasi yang baik dan aman bagi investor. Bank memberikan keamanan dan keuntungan bagi nasabah lebih besar dibanding dengan menyimpan uang di bawah bantal atau celengan.

  1. Terjaminnya keamanan karena mempunyai system keamanan yang baik.
  2. Memperoleh bunga atau pembagian hasil, tergantung jenis bank, konvensional atau syariah.
  3. Memperoleh kemudahan dalam pengambilan uang, seperti ATM.
  4. Pelayanan yang ramah.
  5. Kesempatan mendapatkan hadiah atau undian tertentu yang diselenggarakan.
Kelemahan Menabung di Bank

Selain memberikan keuntungan, menabung di bank juga memiliki kelemahan yang akan ditanggung nasabah:

  1. Resiko kehilangan uang tabungan karena bank tempat menabung tidak terpercaya.
  2. Dikenakan biaya tertentu, seperti administrasi, ATM, kompensasi jika saldo rekening kurang dari yang dibutuhkan.
  3. Sulitnya prosedur menarik uang, terutama bila nasabah tidak menggunakan ATM.
  4. Sedikitnya jumlah bunga atau bagi hasil yang diperoleh, apalagi bila nasabah menabung dalam jumlah kecil.

Demikian info tentang Investasi Perbankan dalam Bentuk Tabungan semoga bermanfaat.

Referensi :

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...
Email Autoresponder indonesia
Tag:
author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Investasi Perbankan dalam Bentuk Tabungan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.