banner 468x60

Melakukan Investasi Lewat Barang Koleksi

Tidak ada komentar 281 views
banner 160x600
banner 468x60

Topik kita sekarang yaitu Melakukan Investasi Lewat Barang Koleksi Bernilai Seni. Tabungan di Bank, selain tempat untuk menyimpan dana Anda sehari-hari, sebetulnya juga bisa Anda jadikan tempat berinvestasi. Jadi ada dua macam kegunaan orang dalam menggunakan tabungan di bank, pertama sebagai tempat menyimpan uang untuk kebutuhan dana sehari-hari, dan yang kedua adalah sebagai tempat investasi. Tergantung yang mana yang Anda pilih.

Melakukan Investasi Lewat Barang Koleksi

Melakukan Investasi Lewat Barang Koleksi

Pendeknya, segala macam tempat yang bisa Anda taruh sejumlah dana dan bisa mendapatkan hasil investasi dari situ (baik berupa bunga maupun selisih harga jual dan beli), maka Anda layak menyebutkannya sebagai sebuah produk investasi. Termasuk produk tabungan di bank sekalipun.

Selain tabungan, deposito juga merupakan produk investasi yang mungkin sering Anda gunakan untuk membiakkan uang Anda, karena deposito dianggap sebagai produk yang sangat aman sepanjang bank Anda tidak bangkrut dan uang Anda dijamin. Tapi, selain tabungan dan deposito yang memang sudah populer, pernahkah Anda berpikir untuk berinvestasi ke dalam barang-barang koleksi?

Barang-barang koleksi adalah sebutan bagi barang-barang yang umumnya sering dikoleksi orang. Alasannya karena barang-barang tersebut dianggap memiliki nilai khusus. Salah satu contoh yang paling sering orang koleksi sebagai investasi yaitu perangko.

Alasan orang untuk mengoleksi perangko yaitu :

1. Memiliki nilai seni tersendiri

Bagi Anda yang rajin mengirim surat paling tidak pastilah menggunakan perangko. Kalau Anda perhatikan, perangko terdiri dari berbagai macam terbitan. Entah itu terbitan tahun 50-an, 60-an, 70-an, sampai sekarang pun juga ada. Masing-masing terbitan memiliki tampilannya sendiri-sendiri.

Namun demikian, kebanyakan perangko memiliki tampilan berupa gambar atau lukisan. Dengan demikian, melihat perangko sama ibaratnya seperti kita melihat lukisan dalam ukuran kecil. Karena itulah banyak sekali orang yang memutuskan untuk mengoleksi perangko mengingat gambar-gambar yang ada di perangko memiliki nilai seni tersendiri sehingga orang pun betah berlama-lama untuk melihat dan menikmati gambarnya.

Lukisan juga memiliki nilai seni tersendiri. Ada banyak sekali orang yang mengkoleksi lukisan, dan semuanya berasal dari berbagai macam harga, ada yang ratusan ribu, jutaan hingga puluhan juta rupiah. Tetapi tidak harus barang-barang yang bergambar seperti perangko dan lukisan yang merupakan barang-barang yang memiliki nilai seni. Ada juga barang-barang yang dikoleksi karena memiliki bentuk dan tampilan khusus dan itu tidak harus berupa gambar. Pendeknya, segala macam barang yang memiliki nilai seni tersendiri  bisa dijadikan  barang-barang koleksi.

2. Memiliki nilai sejarah

Selain barang yang memiliki nilai seni tersendiri, ada juga barang-barang yang dikoleksi karena barang-barang tersebut memiliki nilai yang dianggap bersejarah. Contohnya adalah barang-barang peninggalan proklamator kemerdekaan kita. Ada barang-barang koleksi Bung Karno yang diperjualbelikan di pasar bebas dengan harga yang luar biasa tingginya.

Padahal barang tersebut mungkin sederhana saja, bisa berupa pulpen, buku, lemari, atau apa saja. Akan tetapi karena barang-barang tersebut tadinya dimiliki oleh Bung Karno sebagai tokoh yang sangat bersejarah, barang-barang tersebut seringkali menjadi rebutan para kolektor dan sering berpindah tangan dengan harga yang makin lama makin tinggi. Jadi sekali lagi, selain karena adanya nilai seni tersendiri, tindakan mengoleksi barang sering terjadi barang-barang terssebut dianggap memiliki nilai sejarah.

3. Memiliki usia sangat tua

Pengoleksian barang juga sering didasarkan pada umur dari barang koleksian sendiri. Banyak orang yang mengoleksi barang karena barang tersebut memiliki umur yang cukup tua. Bahkan semakin tua umur barang tersebut, bisa jadi semakin mahal harga barang tersebut. Seperti misalkan guci antik, meja antik, kursi antik, dan lain sebagainya.

Perlu diketahui juga bahwa tidak semua barang yang berumur tua memiliki nilai khusus dan dikoleksi banyak orang, itu semua tergantung pada persepsi orang terhadap barang tersebut. Karena dari berbagai macam anggapan terhadap nilai khusus tersebut, berikut contoh barang-barang yang dapat dikoleksi :

  1. Barang-barang seni (lukisan, patung)
  2. Barang-barang kerajinan (keramik, batik)
  3. Barang-barang aksesoris (arloji)
  4. Barang-barang perhiasan (kalung, gelang)
  5. Barang-barang sejarah (benda peninggalan)

Jadi pada prinsipnya, semua barang bisa dikoleksi sesuai persepsi orang yang ingin mengoleksinya. Dan barang-barang seperti itupun bisa dijadikan sebagai barang investasi. Banyak orang beranggapan bahwa investasi pada barang-barang koleksi adalah investasi yang tergolong mahal. Pernyataan itu tidak selalu benar. Jangan lupa bahwa setiap barang memiliki harga awal-nya sendiri.

Sebuah perangko terbitan tahun 2000 yang sekarang ini berharga misal Rp 1.000 dan sudah dipakai, bisa jadi 10 atau 20 tahun kelak menjadi barang koleksi yang bisa diperjualbelikan dengan harga ratusan ribu rupiah. Jadi pertanyaannya sekarang, pada harga berapa Anda membeli barang koleksi tersebut? Pada harga awalnya (ketika dia masih “murah”), atau pada harga yang memang sudah tinggi?

Jadi, pasang mata dan telinga Anda, siapa tahu ada barang-barang tertentu di sekitar Anda yang nantinya bisa berharga tinggi. Dan yang jelas, investasi pada barang-barang koleksi tidak selalu merupakan investasi mahal, karena hal itu sangat bergantung pada harga berapa Anda membeli barang tersebut, apakah ketika harganya masih murah atau sudah mahal.

Demikian info tentang Melakukan Investasi Lewat Barang Koleksi semoga bermanfaat.

Referensi :

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...
Email Autoresponder indonesia
Tag:
author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Melakukan Investasi Lewat Barang Koleksi"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.