Perjanjian Investasi Bilateral atau Bilateral Investment Treaties

banner 160x600
banner 468x60

Perjanjian investasi bilateral atau Bilateral Investment Treaties (BIT) yang ada sejak tahun 1950-an hingga sekarang telah ada sekitar 2.200 BITs di dunia (data UNCTAD, World Investemen report 2003). Adapun ciri-ciri utama BIT yaitu:

  1. Jaminan akan hak-hak investor asing, repatriasi keuntungan dan dana-dana terkait investasi lainnya.
  2. Hak atas perlakuan most favoured nation (MFN) dan perlakuan yang sama antara satu Negara dengan Negara lainnya. Hak atas perlakuan national treatment (NT) dan perlakuan yang sama dengan pelaku usaha dalam negeri.
  3. Hak atas kompensasi bila terjadi nasionalisasi, penyitaan, atau bentuk-bentuk pengambila alihan lainnya.
  4. Jaminan atas perlakuan standar minimum internasional.
  5. Adanya sistem penyelesaian sengketa berdasar Negara ke Negara atau investor ke negara.

Hal-hal yang tercantum dalam BIT sepenuhnya sebuah aturan yang menjamin dipenuhinya hak-hak investor atau hak-hak korporasi. Dilihat dari polanya, perjanjian ini mirip dengan Multilateral Agreement on Investment (MAI) yang diperkenalkan sebelumnya untuk diadopsi di WTO, namun mengalami kegagalan, yaitu mengenai:

Pasukan Synergy
  • National Treatment and Most Favoured Nation Treatment
  • Expropriation and Compensation
  • Transfers

Prinsip ini kemudian diberlakukan dalam sebuah aturan investasi ditingkat nasional. Di Indonesia, melalui UU Penanaman Modal nomor 25 tahun 2007 berlaku juga prinsip-prinsip tersebut, yang dirumuskan sebagai berikut:

  1. Modal asing adalah modal yang dimiliki oleh negara asing, perseorangan warga negara asing, badan usaha asing, badan hukum asing, dan atau badan hukum Indonesia yang sebagian atau seluruh modalnya dimiliki pihak asing.
  2. Ketentuan dalam undang-undang ini berlaku bagi penanam modal di semua sektor di semua wilayah Negara Republik Indonesia.
  3. Semua bidang usaha atau jenis usaha terbuka bagi kegiatan penanam modal, kecuali bidang usaha atau jenis usaha yang dinyatakan tertutup dan terbuka dengan persyaratan.
  4. Penanaman modal diselenggarakan berdasarkan asas perlakuan yang sama dan tidak membedakan asal Negara.
  5. Dalam menetapkan kebijakan dasar, pemerintah memberikan perlakuan yang sama bagi penanam modal dalam negeri dan penanam modal asing dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional.
  6. Pemerintah memberikan perlakuan yang sama kepada semua penanam modal yang berasal dari Negara manapun yang melakukan kegiatan penanaman modal di Indonesiasesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  7. Pemerintah tidak akan melakukan nasionalisasi atau pengembalian hak kepemilikan penanam modal, kecuali dengan undang-undang.
  8. Dalam hal pemerintah melakukan tindakan nasionalisasi atau pengembalian hak kepemilikan, maka pemerintah akan memberikan kompensasi yang jumlahnya ditetapkan berdasarkan harga pasar.
  9. Jika diantara kedua belah pihak tidak tercapai kesepakatan tentang kompensasi atau ganti rugi, penyelesaiannya dilakukan melalui jalur arbitrase.
  10. Penanam modal dapat mengalihkan asset yang dimilikinya kepada pihak yang diinginkan penanam modal sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
  11. Penanam modal diberikan hak untuk melakukan transfer dan repatriasi dalam valuta asing.
  12. Kemudian pelayanan dan atau perijinan hak atas tanah oleh pihakĀ  asing dalam jangka waktu yang panjang (95 tahun)
  13. Dalam hal terjadi sengketa di bidang penanaman modal antara pemerintah dengan penanam modal asing, para pihak akan menyelesaikan sengketa tersebut melalui arbitrase internasional yang harus disepakati oleh kedua belah pihak.

Demikian info tentangĀ Perjanjian Investasi Bilateral atau Bilateral Investment Treaties semoga bermanfaat.

Pasukan Synergy

sumber : Rahasia Terbesar Investasi, Adi Setiawan Marsis

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Komunitas SB1M
loading...
Hosting Berkualitas
Email Autoresponder indonesia
author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Perjanjian Investasi Bilateral atau Bilateral Investment Treaties"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.