banner 468x60

Sejarah dan Perkembangan Pasar Modal di Indonesia

Tidak ada komentar 899 views
banner 160x600
banner 468x60

Pada kesempatan ini kami akan bahas mengenai Sejarah dan Perkembangan Pasar Modal di Indonesia. Perkembangan pasar modal di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup pesat terutama setelah pemerintahan melakukan berbagai kebijakan regulasi di bidang keuangan dan perbankan termasuk pasar modal. Kegiatan atau aktivitas pasar modal telah berlangsung cukup lama, yaitu sejak tahun 1912, dan pada saat itu masih sepenuhnya dimobilisasi oleh penjajahan Belanda. Pada saat itu efek yang diperdagangkan adalah saham dan obligasi milik perusahaan pemerintah Hindia Belanda. Setelah melewati masa kemerdekaan pemerintah Indonesia mengambil alih dan pada akhirnya meneruskan kembali perdagangan yang sudah dirintis pada masa penjajahan Belanda tersebut.

Sejarah dan Perkembangan Pasar Modal di Indonesia

Sejarah dan Perkembangan Pasar Modal di Indonesia

Di Indonesia perkembangan pasar modal mengalami peningkatan yang sangat pesat terutama setelah pemerintahan melakukan berbagai regulasi di bidang keuangan dan perbankkan termasuk pasar modal. Para pelaku di pasar modal telah menyadari bahwa perdagangan efek dapat memberikan return yang cukup baik bagi mereka, dan sekaligus memberikan konsribusi yang besar bagi perkembangan perekonomian negara kita.

Pasar modal (capital market) adalah lembaga keuangan bukan bank yang mempunyai kegitan berupa penawaran dan perdagangan efek. Selain itu juga merupakan lembaga profesi yang berkaitan dengan transaksi jual beli efek dan perusahaan publik yang berkaitan dengan efek. Dengan demikian pasar modal dikenal sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli modal/dana.

Di dalam pasar modal juga dikenal istilah efek. Efek merupakan merupakan surat berharga yang meliputi antara lain surat pengakuan utang, surat berharga komersial (commercial paper), saham, obligasi, tanda bukti hutang, right issue, dan waran (warrant).

Pasar Modal

Dalam pasar modal berbeda dengan pasar uang, yaitu perbedaanya terletak pada jangka waktu atau jatuh tempo produknya. Jika pasar uang merupakan sarana peminjaman dana dalam jangka waktu yang pendek yaitu jatuh tempo kurang atau sama dengan satu tahun. Sedangkan pasar modal memiliki jangka waktu yang panjang yaitu lebih dari satu tahun.

Selain itu perbedaan pasar modal dan pasar uang terletak pada fungsinya. Jika pasar uang melakukan pengalokasian dana dengan efektif dan efisien dari pihak yang mempunyai kelebihan dana kepada pihak yang kekurangan dana sehingga terjadi keseimbangan antara penawaran dan permintaan dana.

Dalam pasar uang, surat berharga yang diperdagangkan terdiri dari surat berharga jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. Di dalam pasar uang, jenis-jenis surat berharga yang diperdagangkan antara lain

  • surat promes,
  • surat perbendaharaan negara,
  • surat-surat berharga yang diterbitkan atau dikeluarkan oleh pemerintah,
  • surat wesel yang diaskep oleh bank,
  • sertifikat deposito, dan
  • sertifikat yang dikeluarkan oleh bank sentral atau juga sertifikat yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Jadi pasar modal merupakan tempat dimana para perusahaan mencari dana segar dalam upaya meningkatkan bisnis perusahaan tersebut sehingga dapat memperoleh keuntungan. Dana segar yang diperoleh oleh perusahaan itu diperoleh dari masyarakat yang kita kenal sebagai investor yang sering kita dengar.

Analisis para Investor

Di sini para investor melakukan berbagai analisis dalam upaya menentukan investasinya. Hal ini dikarenakan adanya perusahaan yang memperoleh keuntungan sedikit atau laba yang semakin kecil resiko yang dihadapi. Maka semakin tinggi pula permintaan investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan tersebut.

Dalam kegiatan pasar modal, pelaku pasar modal adalah berupa perseorangan maupun organisasi/perusahaan. Bentuk umum yang sering kita kenal dalam pasar modal adalah saham dan obligasi. Dalam hal ini saham dan obligasi nilainya dapat berubah-ubah yang dikarenakan dipengaruhi oleh banyak faktor.

Di Indonesia, terdapat dua pasar modal. Yang dikenal dengan nama Bursa Efek Jakarta atau yang sering disingkat BEJ yang terdapat di Jakarta, dan Bursa Eek Surabaya atau disingkat BES yang terdapat di Surabaya. Tetapi dalam perkembangannya dua pasar modal ini telah melebur menjadi satu yang dinamakan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Demikian info tentang Sejarah dan Perkembangan Pasar Modal di Indonesia semoga bermanfaat.

Referensi :

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...
Email Autoresponder indonesia
author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Sejarah dan Perkembangan Pasar Modal di Indonesia"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.