Teori Investasi Kolonialisme

Tidak ada komentar 198 views
banner 160x600
banner 468x60

Teori Investasi Kolonialisme – Sangat mengherankan, bahwa teori untuk investasi sulit untuk ditemukan. Isu investasi dianggap sebagai sebuah kelaziman dalam ilmu ekonomi tanpa penjelasan teoritik yang memadai. Investasi dianggap sebagai penanaman modal, maka investasi akan selalu terikat dengan teori modal, khususnya dengan pengembangbiakan modal atau akumulasi modal.

Tetapi investasi yang dimaksud disini adalah penanaman modal di luar negeri, investasi asing atau pun di dalam negeri, bukan investasi dalam pengertian makro ekonomi ataupun mikro ekonomi. Investasi kolonial disini adalah investasi dalam arti ekonomi internasional, yaitu masuknya investasi asing atau penanaman modal asing ke dalam ekonomi Negara lain. Dalam pengertian ini, maka investasi sangat terkait dengan sejarah awal perekonomian dunia, khususnya datangnya kolonialisme ke dunia ketiga.

Investasi asal mulanya adalah kegiatan yang terkait dengan perdagangan di dalam rezim kolonial. Investasi dari satu negara ke negara lainnya dari masa lalu hanya dimungkinkan terjadi dalam ranah kolonialisme. Pada masa pra-kolonial, maka yang terjadi adalah perdagangan barang dari satu Negara ke Negara lain. Dengan adanya kolonialisme, maka dimungkinkan bukan hanya tukar menukar barang, tetapi juga penanaman modal produktif. Karenanya, sejarah investasi selalu terkait dengan yang disebut sebagai investasi kolonial.

Investasi lama untuk ekploitasi sumber daya alam dan pertanian

Investasi baru untuk menguasai pasar lokal, serta penguasaan bahan baku dan buruh murah agar kompetitif di pasar internasional. Pada masa kolonialisme, kedua hal tersebut terjamin, maksudnya Negara jajahan akan selalu menerima berbagai investasi yang sifatnya eksploitatif dan dominative dari Negara penjajahnya demi keuntungan sebesar-besarnya yang bisa diambil untuk dibawa pulang ke Negara penjajah (penyedotan surplus ekonomi secara maksimal).

Setelah adanya de-kolonialisasi, maka sifat hubungan investasi ini menjadi sedikit berbeda, tetapi tetap dengan pengertian sempit yang sama. Investasi kolonial berubah menjadi investasi neo-kolonial, dimana hubungan antar Negara (antara bekas penjajah dan bekas terjajah) tetap mengandung relasi eksploitasi dan dominasi dalam kadar yang berbeda. Investasi ini tetap dikaitkan dengan rezim perdagangan.

Dengan begitu aturan-aturan investasi sejak awal lebih mengenai tentang rezim perdagangan, bukan mengenai hubungan yang kompleks antara investor denganĀ  negara penerima investasi. Seharusnya investasi adalah sebuah isu yang kompleks, karena terkait dengan hubungan antara negara yang berdaulat yang satu dengan negara berdaulat lainnya. Dalam periode kolonialisme, maka akumulasinya bersifat primitif, yaitu mengandalkan pada kekuatan ekstra ekonomi atau kekuatan senjata dan politik.

Pada masa setelah kolonialisme, maka kekuatan ekstra ekonomi berubah menjadi kekuatan neo-kolonialisme, yaitu penjajahan secara tidak langsung lewat berbagai instrument internasional, khususnya dalam ranah perdagangan. Dengan demikian kita selalu berhadapan dengan konsep yang sempit tentang investasi, yaitu sebagai kepanjangan dari perdagangan. Dan kesempitan pengertian tentang investasi ini akan terus kita temui sampai sekarang.

Pasukan Synergy

Literature tentang investasi sangat jarang ditemukan, berbeda dengan perdagangan, dimana teorinya tentang comparative advantage dipakai hingga sekarang. Ini karena investasi sampai sekarang masih kurang jelas, apakah investasi merupakan bagian dari perdagangan ataukah investasi dan perdagangan merupakan dua hal yang berbeda?

Pasukan Synergy

Karenanya aturan investasi internasional selalu terkait dengan isu non-diskriminasi di dalam perdagangan, juga mengenai national treatment (perlakuan yang sama antara pelaku usaha asing dengan dalam negeri), most favoured nation (perlakuan yang sama terhadap berbagai Negara mitra dagang), market acces (pembukaan akses pasar dalam negeri), transparency dan lainnya. Karenanya tidak mengherankan jika investasi hingga kini diatur atau menjadi bagian dari perjanjian-perjanjian perdagangan internasional.

Demikian info tentangĀ Teori Investasi Kolonialisme semoga bermanfaat.

sumber : Rahasia Terbesar Investasi, Adi Setiawan Marsis

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Komunitas SB1M
loading...
Hosting Berkualitas
Email Autoresponder indonesia
author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Teori Investasi Kolonialisme"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.